Mengapa Anak Laki-laki Disunat?

Mengapa Anak Laki-laki Disunat?


Sejak jaman dahulu, orang disunat telah dilakukan sebagai suatu bentuk upacara pada anak laki-laki, oleh suku-suku bangsa tertentu dan pemeluk agama tertentu. Pada umumnya, upacara disunat dianggap sebagai lambang kelaki-lakian, atau upacara ritual menginjak masa puber. Selain itu, sunat atau khitan juga dilakukan karena alasan kesehatan.

Agar Tidak Infeksi


Pada alat kelamin pria terdapat kulit penutup kepala penis yang disebut kulup (prepusium). Di daerah pangkal kulup ada kelenjar yang menghasilkan semacam getah berwarna keputih-putihan yang bernama smegma. Kalau tidak dibersihkan, getah ini bisa menjadi sarang infeksi. Karenanya, kulup harus dipotong atau disunat (sirkumsisi), agar smegma mudah dibersihkan.

Ada anak yang lahir dengan lubang kulup yang sempit (fimosis), sehingga aliran air seni tidak begitu lancar. Akibatnya, akan terdapat sisa air seni pada celah antara kepala penis dan kulup. Selain itu, smegma akan terkumpul di situ. Ini dapat menyebabkan radang di daerah tersebut dan menimbulkan rasa sakit sewaktu membuang air kecil. Kalau radang berulang, kulup akan melekat pada kepala penis, dan kesulitan buang air kecil akan semakin parah. Karenanya, sebaiknya segera dilakukan sunat, agar penderitaan berkurang.

Ada penelitian yang mengungkap bahwa laki-laki yang tidak disunat lebih mudah terserang kanker penis daripada laki-laki yang di sunat. Hal ini karena daerah tersebut menjadi kurang bersih, sehingga mudah menjadi infeksi kuman atau virus, yang lama-kelamaan dapat memicu timbulnya keganasan. Disamping itu, ada juga data yang menunjukkan bahwa kanker leher rahim (serviks) lebih banyak terjadi pada wanita yang suaminya tidak disunat.

Bisa Kapan Saja


Di lihat dari sudut kedokteran, anak laki-laki sebenarnya bisa di sunat kapan saja. Yang paling praktis sebenarnya sunat dilakukan sebelum bayi pulang dari rumah bersalin atau rumah sakit setelah dilahirkan. Hal ini untuk memudahkan perawatannya.

Sedangkan dari sudut psikologi, usia anak sebaiknya menjadi pertimbangan. Ada anak yang merasa malu, kalau di sunat menjelang puber. Sebaliknya, dengan semakin bertambahnya usia, biasanya anak akan lebih siap di sunat, sehingga sangat membantu dokter sunat yang akan menyunatnya. Yang terbaik, anak menentukan sendiri kapan ia siap di sunat. Tentunya, dengan penjelasan secukupnya dari Anda.

Sunat dilakukan dengan menggunting kulup. Selanjutnya, sisanya dijahit untuk menghindari perdarahan dan infeksi, serta mempercepat kesembuhan. Biasanya operasi sederhana ini berlangsung sekitar 10 – 15 menit. Untuk menjahit bagian luar penis, digunakan benang yang akan menyatu dengan kulit. Jadi, anak yang telah di sunat tidak perlu kembali lagi ke rumah sakit untuk mengambil benang jahitan. Kesembuhan luka sunat sangat dipengaruhi oleh ada tidaknya infeksi.

Mengapa Anak Laki-laki Disunat?

0 Response to "Mengapa Anak Laki-laki Disunat?"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel