8 Penyebab Mimisan Pada Anak



8 Penyebab Mimisan Pada Anak - Mimisan pada anak sering terjadi. Penyebab mimisan dapat terjadi karena beberapa hal, sebenarnya jika anak mimisan masih merupakan hal yang wajar, sehingga Anda tidak perlu terlalu khawatir. Namun, mimisan juga tak dapat diabaikan begitu saja karena bisa merupakan pertanda adanya suatu penyakit.

Dalam ilmu kedokteran, darah yang keluar dari hidung pada perdarahan hidung disebut epistaksis. Keadaan ini terjadi karena pembuluh-pembuluh darah pada selaput lendir rongga hidung, terutama sekat rongga hidung, pecah atau rusak. Selain itu, mimisan juga dapat merupakan gejala suatu penyakit yang lebih parah.

Mimisan sering terjadi pada anak dan remaja. Pada masa tersebut mimisan dianggap hal yang normal. Sedangkan mimisan yang terjadi pada usia yang lebih dewasa patut dicurigai sebagai gejala suatu penyakit penyakit.

8 Penyebab Anak Mimisan

Pada anak-anak, mimisan dapat terjadi karena berbagai hal sebagai berikut:

  1. Penyebab mimisan yang paling sering adalah akibat tindakan mengorek hidung. Misalnya, karena gatal atau anak berusaha mengeluarkan kerak hidung yang mengering. Akibatnya, selaput lendir di bagian depan sekat rongga hidung lecet.
  2. Masuknya benda-benda keras kedalam rongga hidung, seperti batu kecil, kancing baju, kapur barus, dan lain-lain, yang kemudian juga menimbulkan kerusakan selaput lendir ini.
  3. Anak terjatuh atau hidungnya terpukul.
  4. Biasanya anak usia 5 – 10 tahun dapat mengalami mimisan, karena berjalan di bawah sinar matahari yang terlalu terik.
  5. Penyakit-penyakit infeksi, seperti influenza, radang sinus, radang rongga hidung yang kronis, dan demam berdarah.
  6. Penyakit-penyakit darah, seperti hemofilia (darah tidak bisa membeku) dan leukimia.
  7. Bila sering mimisan dan bertambah parah, apalagi kalau disertai hidung tersumbat, biasanya merupakan gejala adanya tumor dalam rongga hidung atau sekitarnya.
  8. Di daerah subtropis, terutama selama musim dingin, mimisan dapat terjadi akibat rongga hidung yang kering karena kelembaban udara yang sangat rendah. Keadaan ini tidak hanya terjadi pada anak-anak, tetapi juga dapat menimpa orang dewasa.

Cara Mengatasi Mimisan pada Anak

Begitu anak Anda mengalami mimisan, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan, yaitu:
  1. Bersihkan atau keluarkan darah dari lubang hidung. Kemudian jepit kedua cuping hidung dengan jari tangan selama 5 menit. Mintalah anak untuk bernapas melalui mulut. Sebaiknya anak duduk bersandar dengan kepala sedikit menunduk ke depan, agar darah tidak mengalir ke bagian belakang. Hal ini dapat menimbulkan rangsangan batuk atau menyebabkan darah tertelan, sehingga mengakibatkan anak muntah.
  2. Kalau hidung masih mengeluarkan darah juga, jepit lagi selama 10 – 15 menit. Apabila perdarahan belum juga berhenti, sumbat hidung dengan kain kasa, perban, kapas, atau saputangan yang bersih. Pertahankan sumbatan ini sampai anak dibawa ke dokter.
  3. Kompres dingin dengan es pada batang hidung juga bisa membantu menghentikan pendarahan, karena es dapat menciutkan pembuluh darah.
  4. Secara tradisional mimisan dapat dihentikan dengan memasukkan pucuk daun sirih yang sudah dibersihkan ke dalam lubang hidung, karena daun sirih mengandung zat pengerut jaringan.
  5. Untuk mencegah timbulnya perdarahan kembali setelah mimisan berhenti, gunakanlah salep berminyak. Hal tersebut untuk melembabkan sekat rongga hidung yang kering dan berkerak. Untuk ini, berkonsultasilah dengan dokter anak. Dan, berikan pengertian kepada anak untuk tidak mengorek-ngorek rongga hidungnya.

 

Cara Mengobati Mimisan Terbaik

Kalau mimisan yang diderita anak Anda belum berhenti juga, walaupun Anda telah melakukan tindakan-tindakan di atas, sebaiknya anak segera dibawa ke rumah sakit. Selama dalam perjalanan ke rumah sakit, usahakan agar anak selalu berada dalam posisi duduk menyandar.

Selain menghentikan perdarahan, biasanya dokter juga akan mendeteksi dan mengobati faktor pencetusnya. Setelah sumbatan hidung anak diambil, dokter akan membersihkan bekuan darah dalam rongga hidung dengan cotton buds atau alat penyedot.

Pada perdarahan ringan, biasanya diberikan obat-obatan anti perdarahan dan pembekuan darah yang dapat diulang setiap empat atau enam jam sekali. Sedangkan pada perdarahan yang cukup parah, dokter akan melakukan pembakaran selaput lendir pada pembuluh darah yang rusak dengan zat kimia atau listrik.

Kalau mimisan belum juga dapat teratasi dengan tindakan-tindakan di atas, dokter akan memasang tampon hidung, yaitu penyumbat lubang hidung dengan kain kasa pembalut yang sudah dibubuhi obat-obatan. Mimisan yang terjadi di belakang rongga hidung sering tidak dapat diatasi dengan tampon biasa. Karenanya, dokter akan memasang tampon khusus (belloque tampon) sampai menutupi rongga hidung bagian belakang.

8 Penyebab Mimisan Pada Anak


0 Response to "8 Penyebab Mimisan Pada Anak"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel