Ribut-ribut Di Seputar Uang

Ribut-ribut Di Seputar Uang

Ribut-ribut Di Seputar Uang


Mungkin karena menganggap 'nanti akan berjalan dengan sendirinya', banyak pasangan memasuki perkawinan tanpa pernah membicarakan rencana mereka, termasuk dalam hal keuangan. Simaklah bagaimana hal itu dapat mengganjal perkawinan.

Seorang ibu muda mengeluh pada sahabatnya, "Saya tidak menyangka, Don pelit sekali. Uang belanja dijatah dan setiap kali ia selalu mengecek bon belanjaan saya. Saya malu sekali karena selalu saja kami bertengkar soal uang".

Tak peduli apakah pasangan muda itu kaya, miskin, keduanya bekerja atau si istri mengurus rumah, banyak contoh bahwa soal keuangan merupakan salah satu penyebab utama perceraian atau setidaknya yang termasuk paling sering diributkan. Di dalam banyak perkawinan, uang bagaikan magnet yang menarik kuat-kuat segala frustasi ke tumpukan kejengkelan di antara suami-istri. Masalahnya terletak pada bagaimana masing-masing memandang uang, apakah sebagai sesuatu yang memiliki nilai kebebasan, nilai kekuasaan, nilai cinta/sosial, ataukah malah dihubungkan dengan gengsi. Bila pasangan yang sering 'ribut' soal uang ingin dapat berdamai kembali, mereka perlu mengerti pandangan masing-masing tentang uang.

Dilema pengaturan uang


Wawan, seorang eksekutif muda yang selalu bekerja keras, tak pernah berpikir panjang soal uang. "Hidup cuma sekali, susah-susah cari uang, dinikmati dong". Ketika ia menikahi Rani, seorang rekan sekerja dan sama-sama lulusan Fakultas Ekonomi. Wawan mulai kesal, "Bayangkan, mau nraktir teman saja susah betul. Rani menanyai seperti polisi. Padahal itu kan uangku sendiri. Untuk apa dia main atur begitu ?. Aku tidak pernah ribut kalau Rani ikut empat arisan". Dengan geram Rani menyahut, "Kamu kok egois, daripada nraktir teman kan lebih baik beli saham buat hari tua?".

Selama masa pacaran, pasangan 'double income' Wawan dan Rani ini tidak pernah membicarakan soal pandangan masing-masing tentang uang. Wawan merasa ia berhak membelanjakan uangnya dengan bebas, sedangkan untuk Rani penghasilan Wawan merupakan milik bersama. Baru setelah 14 bulan menikah, Wawan dan Rani duduk berhadapan untuk membicarakan soal pengelolaan keuangan keluarga. "Jelasnya, soal prioritas hidup dan apa yang mau kami capai dalam perkawinan ini" kata Rani. Sejak awal Rani ingin Wawan memikirkan soal hari tua mereka, sebab Rani tak ingin mereka nanti terpaksa bergantung kepada anak-anak. Untuk Wawan "Terus terang pikiran semacam itu agak terlalu jauh".

Tapi pembicaraan serius mereka tidaklah sia-sia. Dari situ Wawan mulai mengerti mengapa Rani sangat khawatir soal keuangan. Ayah Rani seorang wiraswastawan, seringkali mengalami kesulitan keuangan. Rani tahu benar, bagaimana ibunya harus memutar otak agar dapur mereka tetap berasap dan uang sekolah anak-anak tidak terlambat dibayar. Bagi Rani sekarang, uang memiliki nilai untuk memiliki rasa aman, demikian kesimpulan psikolog yang mereka datangi. Sebaliknya, Wawan tidak pernah hidup susah.

Bila suami-istri telah sampai pada pemahaman tentang latar belakang sikap pasangannya, maka proses tawar menawar pun terjadi, persis seperti yang mereka lakukan dalam bisnis. Akhirnya, Rani dan Wawan sampai pada kesepakatan: 75% pendapatan masing-masing masuk ke keuangan bersama, yang dipakai untuk biaya hidup dan menabung. Sisanya yang 25% boleh dipakai secara bebas oleh masing-masing. Artinya, Wawan leluasa mentraktir teman-teman ataupun membiayai hobi fotografinya, sedangkan Rani dapat memiliki rekening bank atas namanya sendiri. Menabung adalah kebiasaan Rani sejak kecil.

Pilih jalan terbaik untuk pemecahannya 


Mencari pemecahan dari masalah yang bersumber dari uang memang tidak mudah. Sekalipun demikian tetap ada jalan keluarnya. Penyelesaian pertengkaran karena uang selalu melibatkan aspek-aspek lain seperti misalnya kebebasan, kepercayaan, komitmen, kekuasaan dan harga diri. Bila Anda tak dapat memecahkan persoalan itu sendiri, bantuan orang ketiga seperti konselor perkawinan, ahli manajemen keuangan atau orang lain yang terdekat dengan Anda akan sangat bermanfaat. 


Ribut-ribut Di Seputar Uang

Bagikan :
+
Previous
Next Post »
0 Komentar untuk "Ribut-ribut Di Seputar Uang"

 
Copyright © 2018 - Artikel Kesehatan Ibu dan Anak - Shwab.Info - All Rights Reserved
Template By Kunci Dunia
Back To Top