Biasakan Anak Makan Pagi


Biasakan Anak Makan Pagi

Biasakan Anak Makan Pagi - Tak jarang anak mendapat angka kurang baik di sekolah. Salah satu penyebabnya adalah mereka sebenarnya lapar. Menurut para ahli gizi, meskipun anak pandai, ia dapat memperoleh nilai yang jelek bila pergi ke sekolah dengan perut kosong.

Enggan makan

Enggan makan


Mengapa banyak anak sekolah yang tak mau sarapan? jawabannya bisa bermacam-macam alasan. Ada anak-anak yang orang tuanya memang tidak mampu menyediakannya. Misalnya mereka yang tinggal di daerah minus. Namun demikian, banyak juga anak-anak dari keluarga mampu yang tidak sarapan karena orang tuanya juga tidak makan pagi pada saat keluar dari rumah. Hal ini sering terjadi pada anak-anak yang kedua orang tuanya bekerja.

Ada juga orang tua yang melarang anaknya sarapan karena si anak terlalu gemuk. Memang, anak yang obesitas dianjurkan untuk mengurangi makan dan berolah raga, namun itu tidak berarti ia tidak boleh sarapan. Sebaliknya, anak yang seperti ini tetap sarapan dengan porsi yang tidak berlebihan.

Tanpa sarapan, prestasi turun

Tanpa sarapan, prestasi turun

Dari penelitian yang dilakukan di Lawrence, Inggris, antara tahun 1986 -1987 yang melibatkan 1000 anak dari orang tua yang berpenghasilan rendah, menunjukkan bahwa mereka yang mengikuti program makan pagi di sekolah mendapat nilai yang lebih tinggi dari tes standar. Catatan presensi atau kehadiran mereka juga lebih baik, di samping geraknya tidak lamban dan lebih jarang terjadi masalah terhadap perilaku mereka di sekolah.

Pada penelitian berikutnya yang melibatkan 600 orang murid sekolah dari keluarga yang berpenghasilan rendah dan menengah menunjukkan bahwa mereka yang tidak sarapan, ternyata rentang perhatiannya terhadap pelajaran tidak lama, sukar berkonsentrasi. Dari penelitian yang mengabaikan faktor kesehatan dan keadaan gizi anak-anak tersebut, diketahui pula keterampilan gerak anak yang tidak sarapan lebih jelek dan lamban. Mereka lebih cepat kehilangan energi, dan hasil belajarnya juga lebih rendah.

Tidak seperti orang dewasa yang bisa lebih tahan terhadap rasa lapar dan tetap terus melakukan tugasnya, bila seorang anak merasa lapar, ia akan segera menghentikan aktivitasnya. Seperti mobil yang kehabisan bensin. Seorang anak yang sedang menghadapi ulangan, misalnya. Meskipun ia mengetahui semua jawaban dari soal-soal yang diberikan, tetapi apabila tidak makan pagi, anak akan cepat merasa lelah sehingga tidak dapat melengkapi jawaban-jawabannya. Keadaan ini tentu tidak diinginkan, baik oleh orang tua, guru maupun si anak itu sendiri.

Keadaan gizi juga menurun


Keadaan gizi juga menurun

Selain mengganggu kemampuan di sekolah, anak-anak yang tidak makan pagi juga banyak mengalami kekurangan gizi. Dari penelitian yang dilakukan di New Orleans, Amerika Serikat, menyatakan bahwa anak-anak yang tidak sarapan ternyata tidak dapat mengkonsumsi dua pertiga dari kebutuhan vitamin A, E, B6, B12, ribloflavin, thiamin,kalsium, fosfor, magnesium dan zat besi selama satu hari itu, jika dibandingkan dengan anak-anak yang melakukan makan pagi. Padahal, vitamin dan zat-zat gizi tersebut masih dibutuhkan untuk tumbuh-kembang anak.

Dari penelitian ini juga dinyatakan bahwa makanan jenis apa pun bisa dikonsumsi untuk sarapan. Memang, makanan yang lengkap gizi jauh lebih baik. Namun, apabila keadaan tidak memungkinkan, sarapan yang banyak mengandung lemak dan gula pun masih lebih baik daripada tidak sarapan sama sekali.

Melihat banyaknya kerugian yang dapat diderita oleh anak-anak bila tidak sarapan seperti di atas, jelaslah orang tua sebaiknya membiasakan anak untuk sarapan. Dengan demikian, anak diharapkan tidak loyo di siang hari, sehingga dapat belajar dengan baik di sekolah dan juga kesehatan anak terjaga.

Biasakan Anak Makan Pagi



0 Response to "Biasakan Anak Makan Pagi"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel