Ibu Hamil Jangan Sembarangan Minum Obat

Ibu Hamil Jangan Sembarangan Minum Obat

Ibu hamil jangan sembarangan minum obat - Terutama pada masa-masa pembentukan organ tubuh janin di awal kehamilan. Pada masa kehamilan, terjadi berbagai perubahan dalam tubuh yang seringkali menimbulkan masalah. Sebenarnya, hal ini lebih aman bila diatasi tanpa obat-obatan. Misalnya saja, mual dan rasa panas di dada bisa diatasi dengan diet dan makan dalam porsi kecil namun sering. Sembelit bisa diatasi dengan diet makanan yang berserat, banyak bergerak, banyak minum dan teratur ke 'belakang'. Sukar tidur diatasi dengan minum susu hangat, mendengar musik atau membaca buku. Dan mual diatasi dengan mengkonsumsi makanan kering (seperti crackers) dan menghindari makanan yang berminyak.

Pada kasus ini, obat diberikan untuk memperbaiki kesehatan ibu dan janinnya. Wanita yang mengalami anemia mudah merasa lelah, letih dan lemah, sehingga tidak bisa menikmati kehamilannya. Akibatnya, tubuhnya tidak siap menghadapi perubahan fisik yang akan terjadi sewaktu persalinan maupun pada masa nifas. Wanita itu mudah terkena infeksi sewaktu masa kehamilan, terutama infeksi saluran kencing.

Janin yang dikandung oleh ibu yang menderita anemia biasanya kecil, karena pertumbuhannya mengalami hambatan. Janin tersebut besar kemungkinan akan lahir lebih cepat dari waktu yang diperkirakan (prematur). Dalam keadaan seperti ini, selama proses persalinan berlangsung bayi mudah mengalami distres, karena kekurangan oksigen. Setelah dilahirkan bayi ini juga membutuhkan perawatan ekstra.

Obat juga sampai ke janin

Seperti halnya makanan, oksigen dan bahan atau zat lainnya, maka obat-obatan yang Anda makan selama masa kehamilan, juga akan sampai ke janin. Dari semua bahan kimia yang disalurkan ini, beberapa mungkin akan membahayakan janin, walaupun beberapa lainnya tidak. Kemampuan tubuh menyalurkan obat ke plasenta sangat tergantung pada ukuran molekul dari obat-obatan tersebut. Bahan kimia atau obat yang molekulnya kecil, akan mudah masuk ke dalam sistem peredaran darah janin. Sedang, obat yang molekulnya besar agak sukar masuk ke dalam sistem peredaran darah ini.

Di samping itu gunakan dengan dosis yang tepat penggunaan obat tentu aman. Sebaliknya, berbahayanya bahkan fatal akibatnya jika dosisnya berlebihan. Selanjutnya, dampak obat terhadap janin pun tergantung pada waktu pemberiannya, atau pada usia kehamilan berapa bulan obat tersebut diberikan. Contohnya, kalau pada awal kehamilan Anda terjatuh dengan akibat kaki patah. Kemudian, untuk mengatasi rasa sakit, Anda diberi obat penghilang rasa sakit (petidin atau morphin). Obat-obat ini tidak membahayakan janin. Namun, jika obat-obatan ini diberikan satu setengah jam sebelum bayi lahir, meskipun dosisnya kecil, dapat menyebabkan bayi mengalami kesukaran dalam bernafas.

Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, kalau anda membutuhkan obat, sebaiknya berkonsultasilah dengan dokter Anda. Dokter di rumah sakit akan menjelaskan dampak obat tersebut bagi janin dan kehamilan, serta bagaimana pula kemungkinan yang akan dihadapi si ibu jika ia tidak diberi obat.

Si ibu hamil yang anemia ini pun mudah shock jika mengalami perdarahan selama persalinan, dan mudah terkena infeksi selama masa-masa nifas. Keadaan seperti itu mudah timbul jika keadaan anemia yang tadinya ringan tidak terdeteksi dan ditangani sejak awal kehamilan. Namun, memang ada kondisi-kondisi tertentu dimana masalah kehamilan yang timbul hanya bisa diatasi dengan obat. Misalnya pada kasus ibu hamil yang menderita diabetes. Tentu saja, hal ini harus dalam pengawasan dokter.

Ibu Hamil Jangan Sembarangan Minum Obat

0 Response to "Ibu Hamil Jangan Sembarangan Minum Obat"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel